Jumat, 17 Maret 2017

Info Training: 1. Training Go Beyond Leader for Service Excellence; 2. Training Competency-Based Human Resources Management

Kepada Yth. ;

gogoteko.gezant@blogger.com,

di-

Tempat.

Dengan ormat,

Berikut kami informasikan dua topik Training :

1.      Training Go Beyond Leader for Service Excellence, Jakarta, 30 – 31  Maret  2017;

2.      Training Competency-Based Human Resources Management System (CBHRM), Jakarta, 6–7  April  2017.

Untuk sylabus lengkap silahkan di scroll ke bawah.

Terima kasih.


TRAINING GO BEYOND LEADER

FOR SERVICE EXCELLENCE


DATE & VENUE:

•     Date    :  March 30th   – 31st ,  2017 | 08:30 AM – 04:30 PM

•     Venue :  Ashley Hotel – Jl. K.H. Wahid Hasyim No. 73 – 75, Jakarta Pusat

PRICE/PERSON:

•     Rp. 4.500.000,-/Person; ( Full Fare );

•     Rp. 4.350.000,-/Person; (Earlybird Fee: pelunasan 1 minggu sebelum pelatihan);

•     Rp. 4.050.000,-/Person; (Group Fee: daftar 3 peserta dari 1 perusahaan yang sama).


TRAINING DESCRIPTION:

Menjadi seorang pemimpin atau leader di suatu organisasi tentu bukanlah hal yang mudah untuk dijalani. Ia harus memiliki jiwa kepemimpinan atau leadeship sebagai salah satu syarat menduduki posisi tersebut. Sering dijumpai pemimpin yang sama sekali tidak mempunyai kemampuan memimpin yang baik. Sebaliknya, orang-orang yang memiliki bakat tersebut justru tidak memperoleh kesempatan menempati jabatan yang seharusnya.

Kepemimpinan atau leadership merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang untuk mempengaruhi orang-orang lain agar bersedia bekerja sama sesuai dengan rencana demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Meskipun terkadang kemampuan ini terlihat sebagai bakat, namun setiap orang sebenarnya dapat belajar dan berlatih bagaimana menjadi seorang pemimpin yang baik. Seseorang yang mempunyai posisi sebagai leader atau pemimpin memiliki keharusan mengatur dan mengelola tim yang bekerja di bawahnya. Tentunya sifat-sifatnya melebihi dari orang lain dimana hal tersebut didasarkan pada bidang kegiatan, tipe kepemimpinan, tingkatan dan juga latar belakang budaya dan kebangsaan.

Dilain sisi seorang leader harus mampu memberikan layanan kepada kosumen, dengan melibatkan tim untuk memberikan yang terbaik, bahkan melebihi harapan konsumen (go beyond). Bila kita perhatikan, semua yang terbaik, sangat memperhatikan kualitas service, seperti: Singapore Airlines, Starbucks Coffee, LL Beans, Apple Computer, Bluebird Taxi. Tidak hanya mempunyai produk yang terbaik, mereka punya service terbaik. Karena mereka mengerti Excellent Service adalah kunci ke hati manusia.

Bagaimana dengan pemahaman go beyond dalam pelayanan ? kita masih ingat dengan konsep "Moving Forward" sebagai janji dari merek Toyota.  Nah, sekarang tagline itu berganti menjadi "Let's Go Beyond". Tagline baru ini untuk Toyota Indonesia saja. Spiritnya adalah mengajak konsumen, masyarakat, dan stakeholder untuk berpikir,  bertindak dan berkreasi melebihi batas.

Dalam konteks pelayanan go beyond adalah bagaimana perusahaan mampu memberikan sesuatu kepada konsumen melebihi harapannya. Pelatihan ini dirancang untuk mengajak para pemimpina bagaimana membawa corporate untuk go beyond dalam proses pelayanan.

TUJUAN PELATIHAN:

1.       Mapping go beyond untuk produk kimia farma atau sisi sisi mana yang menjadi kekuatan utama dari kimia farma sehingga kita bisa menetapkan kekuatan dalam bersaing atau memberikana pelayanan kepada konsumen.

2.       Mendongkrak sisi bisnis lebih focus ke konsumen dan produk berkualitas, dengan 3 aspek kekuatan : High quality, value for money and wide networks


OUTLINE MATERI PELATIHAN:

Berikut adalah ringkasan materi pelatihan Go Beyond Leader for Service Excellence:

1.       Service dan karakteristik konsumen serta perilaku manusia

2.       Kepuasan, ketidak puasan dan service excellence Menurut konsumen

3.       Peran dan fungsi leader dalam organisasi modern hubungannya dengan service excellene

4.       Memahami perilaku konsumen

5.       Mapping go beyond untuk mencapai service excellence

6.       Customer focus beserta untuk kebijakaan strategi perusahaan

7.       High quality product, value for money and wide networks dan implementasinya dalam mencapai go beyond.

8.       Memotivasi tim untuk bertindak dan berperilaku go beyond


WHO SHOULD ATTEND:

            Pimpinan perusahaan, manajer dan supervisor

            Staf yang akan disiapkan untuk menjadi manajer/supervisor

TRAINING METHOD:

Materi disampaikan dengan presentasi dan penyampaian konsep, praktek latihan, membahas kasus, game interaktif, dan multi media.


INSTRUKTUR:

Instruktur pada pelatihan ini adalah : DR. Ayi Tejaningrum, SE., MT and Team


TRAINING COMPETENCY-BASED HUMAN RESOURCES MANAGEMENT SYSTEM (CBHRM)


DATE & VENUE:

•     Date    :  April 6th   – 7st ,  2017 | 08:30 AM – 04:30 PM

•     Venue :  Ashley Hotel – Jl. K.H. Wahid Hasyim No. 73 – 75, Jakarta Pusat

PRICE/PERSON:

•     Rp. 4.500.000,-/Person; ( Full Fare );

•     Rp. 4.350.000,-/Person; (Earlybird Fee: pelunasan 1 minggu sebelum pelatihan);

•     Rp. 4.050.000,-/Person; (Group Fee: daftar 3 peserta dari 1 perusahaan yang sama).


TRAINING DESCRIPTION:

Pengembanagn SDM berbasis kompetensi   dapat diarahkan untuk memperbaiki kelemahan instrumen manajemen sumber daya manusia konsep lama seperti spesifikasi jabatan atau persyaratan jabatan yang merupakan bagian dari uraian jabatan (job description). Spesifikasi jabatan atau persyaratan jabatan yang dikembangkan secara tradisional mencoba untuk menggali dan menampilkan informasi yang berhubungan dengan:

         kebutuhan pendidikan formal,

         pengalaman mengikuti pelatihan, dan

         pengalaman menduduki posisi jabatan.

Prakteknya sampai dengan saat ini ditemukan bahwa cakupan spesifikasi jabatan yang demikian tidak banyak membantu manajer atau praktisi SDM dalam membuat keputusan-keputusan manajemen sumber daya manusia, seperti penempatan, rotasi, promosi, analisa kebutuhan pelatihan dan sebagainya. Walaupun secara konseptual informasi-informasi tersebut bisa digunakan untuk, misalnya, menentukan jalur karir seperti promosi dan rotasi, dalam praktek lapangan sulit untuk menemukan contoh yang sukses dalam menerapkan jalur karir berdasarkan informasi tersebut sekalipun dengan bantuan tenaga ahli/konsultan. Beragamnya kemungkinan informasi yang diperoleh dan tidak adanya struktur tolok ukur yang seragam untuk persyaratan jabatan merupakan beberapa faktor penyebab utama.

Sebaliknya, konsep kompetensi yang diintegrasikan dalam praktek manajemen sumber daya manusia memberikan peluang yang lebih baik untuk mengimplementasikan kebijakan dan instrumen manajemen sumber daya manusia.

Dalam konsep kompetensi yang dikembangkan oleh Spencer & Spencer, telah diidentifikasi sekelompok kompetensi yang bersifat katagorikan  berjumlah 22 buah. Berangkat dan ke dua puluh dua kompetensi ini maka persyaratan jabatan berbasis kompetensi dapat dikembangkan berdasarkan dimensi kompetensi yang yang relatif sama.

Keuntungan yang dapat diperoleh dengan menerapkan persyaratan jabatan berbasis kompetensi ini antara lain seluruh jabatan dalam organisasi dapat diukur dengan ukuran kompetensi yang sama. Sedang yang membedakan antara jabatan satu dengan jabatan lainnya adalah tingkat kompetensi yang dibutuhkan oleh setiap jabatan tersebut. Suatu jabatan tertentu dapat membutuhkan tingkat kompetensi yang lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat kebutuhan kompetensi dari jabatan lain untuk satu jenis kompetensi yang sama. Implikasinya, seluruh jabatan yang terdapat dalam organisasi dapat dibandingkan kebutuhan kompetensinya.

Sehingga kesulitan yang selama ini ditemukan praktisi sumber daya manusia untuk menentukan jalur jabatan dapat dianalisa secara sederhana karena setiap jabatan memiliki tolok ukur yang sama, yaitu kompetensi, yang dapat diterapkan dan tingkat manajemen atas sampai dengan pelaksana.

Tidak saja masalah jalur karir jabatan menjadi dipermudah dalam implementasinya jika diintegrasikan konsep kompetensi dalam manajemen sumber daya manusia, tetapi juga instrumen manajemen sumber daya manusia lainnya akan menjadi semakin terstruktur dan terukur. Terlebih jika kita menyadari bahwa disamping kebutuhan tingkat kompetensi jabatan, tingkat kompetensi individu pemegang jabatan juga dapat diukur dengan baik, maka karir setiap individupun menjadi jauh lebih mudah diimplementasikan.

Dengan suatu proses matching pada database seorang pegawai dapat mencari arah rotasi atau bahkan promosi yang mungkin dilakukan dengan memperhatikan tingkat kompetensi yang dimiliki dan kebutuhan kompetensi jabatan yang dituju. Dengan analisi gap kompetensi yang dimiliki dan yang dibutuhkan untuk suatu jahatan dapat pula diidentifikasikan kebutuhan peningkatan kompetensi yang bersangkutan.


OUTLINE MATERI:

Training Competency-Based Human Resources Management System (CBHRM)

1.       Pemahaman Tetang Kompetensi

         Konsep pengembanag SDM berbasis Kompetensi

         Sejarah penemuan konsep

         Konsep Mc Lelland dalam proses pengembangan SDM

         Konsep motivasi dari Mc Lelland Need for Achievement (Kebutuhan akan Prestasi), Need for Affiliation (Kebutuhan akan Afiliasi/Keanggotaan), serta Need for Authority and Power (Kebutuhan akan Kekuasaan).

         Soft competency and Hard Competency

         Kombinasi antara ketrampilan (Skills), atribut personal (Personal Attribute), dan pengetahuan (Knowledge) yang tercermin melalui perilaku kinerja (Job Behaviour),

         Competency-Based Human Resources Management (CBHRM).

2.       Tahap-tahap Dalam Melaksanakan MSDM Berbasis Kompetensi

         Review visi, misi dan value organisasi

         Telaah strategy bersaing organisasi dan Identifikasi posisi.

         Analisis pekerjaan dan kegiatan.

         Identifikasi secara detail sebagai kebutuhan awal.

         Identifikasi kompetensi yang dibutuhkan untuk suatu posisi.

         Memprioritaskan kompetensi dengan menggunakan:

§   Sistim rangking,

§   Sistim pembobotan.

         Membuat standart kinerja minimum untuk suatu kompetensi.

         Mengidentifikasi kandidat yang potensial.

         Membandingkan tiap-tiap kandidat dengan menggunakan standart kinerja minimum.

         Melakukan gap analysis pada tiap-tiap kandidat (analisis untuk dapat mengetahui perbedaan antara kandidat yang satu dengan yang lain) dengan menggunakan standart kinerja minimum.

         Melakukan triaining untuk rencana pengembangan pada tiap-tiap kandidat untuk meng up-grade para kandidat, dalam rangka proses pengembangan standart kinerja minimum dan pengembangan karier.

         Mendesain sistem monitoring kinerja secara individual maupun secara global pada kandidat.

         Mengimplementasikan training dan rencana pengembangan pada tiap-tiap kandidat.

         Mengimplementasikan sistem monitoring pengukuran kinerja.

         Memilih the best candidate (kandidat terbaik).


WHO SHOULD ATTEND :

Manajer, Assistant Manager, Supervisor, dan  Staff non HRD yang ingin mendalami pengetahuan seputar HRD atau SDM.

TRAINING METHOD:

Program ini akan menggunakan beberapa metoda, yaitu: Konsep-Contoh-Latihan-Rencana Penerapan, Role-Play dan Diskusi Kelompok.


INSTRUKTUR:

Instruktur pada pelatihan ini adalah : DR. Mery Citra Sondari, SE., M.Si. dan tim


Untuk pendaftaran atau informasi lebih lengkap, silahkan hubungi :

Sdr. Markus atau Sdri. Natalia atau Sdr. Puri

Telp. : (021) 8690 3283 / 0822 2121 9811 / 0812 2345 9811

E-mail : vikatrainingconsulting@gmail.com/vika.seminar@indo.net.id/markus.mm29@gmail.com


If you no longer wish to receive message from us, click here to unsubscribe 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar